Awas Bahaya Plastik

Salah satu penemuan terbesar adalah plastik. Plastik merubah wajah dunia dan sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari kita. Coba lihat disekitar kita, pasti ada barang yang terbuat dari bahan plastik atau lebih dekat lagi, lihat komputer yang sedang anda pakai, tentunya masih menggunakan plastik.
Dengan kian meningkatnya kebutuhan barang yang berasal/mengandung dari plastik, tentunya limbah plastik akan semakin meningkat juga. Limbah plastik merupakan komponen ketiga terbanyak yang dibuang setelah limbah organik dan kertas. Meski dari segi jumlah tidak tergolong banyak, limbah plastik merupakan masalah lingkungan yang terbesar karena materialnya tidak mudah diurai oleh alam, baik oleh curah hujan dan panas matahari, maupun oleh mikroba tanah.
Secara umum plastik dibagi menjadi dua jenis termoset dan termoplastik. Termoset bila dipanaskan akan terjadi perubahan kimia dan molekul-molekulnya tidak dapat dibentuk kembali, sehingga tidak bisa didaur ulang. Sedangkan termoplastik dapat dipanaskan dan dibentuk, berulang-ulang atau dengan kata lain dapat didaur ulang. Untuk memudahkan proses daur ulang plastik tersebut dibagi ke dalam beberapa jenis dan diberikan nomor .
Setelah heboh beberapa waktu lalu karena penggunaan plastik yang “dilarutkan” dalam minyak untuk “gorengan”, banyak yang mulai mencari tahu tentang nomor dan penomoran pada kemasan plastik tersebut sebab sadar pula akan bahayanya.
Secara umum ciri-ciri nomor untuk tanda pengenal plastik tersebut :

  1. berada atau terletak di bagian dasar, dalam tutup botol, atau dicetak pada label untuk kemasan fleksibel
  2. berbentuk segi tiga,
  3. di dalam segitiga akan terdapat angka 1 – 7
  4. nama jenis plastik di bawah segitiga.
#1 PETE / PET
#2 HDPE
#3 PVC
#4 LDPE
#5 PP
#6 PS
#7 OTHER, terdiri dari SAN, ABS, PC dan Nylon

Yang harus diketahui adalah selama tidak dalam kondisi panas umumnya penggunaan plastik masih aman bagi manusia. Untuk kemasan plastik dengan kode 1, 2, 3, 4, 6 dan 7 (jenis PC) memiliki bahaya secara kimiawi. Bila sering dipakai, apalagi dalam kondisi panas, dapat bereaksi dengan makanan atau minuman sehingga sebaiknya hanya digunakan sekali pakai. Sedangkan untuk kode 5 dan 7 (jenis SAN dan ABS) baik digunakan sebagai wadah makanan dan minuman.

Dengan demikian kesalahan yang paling sering kita lakukan dalam kehidupan adalah menggunakan plastik sebagai wadah makanan dan minuman yang masih panas. Sedangkan bagi ibu-ibu yang memiliki bayi, kesalahan yang mungkin paling sering dilakukan adalah ketika mensterilkan botol susu dengan cara merebus, menggunakan microwave, atau membilasnya dengan air panas. Lalu bagaimana sebaiknya ? Mungkin untuk beberapa kondisi/situasi kita dapat mengganti plastik dengan bahan dari kaca, besi atau mungkin daun pisang. :)

Pencarian terkait:

bahaya plastik - bahaya plastik bagi manusia - gorengan memakai plastik - bahaya penggunaan plastik - bahaya plastik bagi lingkungan - ciri ciri gorengan plastik - ciri gorengan plastik - bahaya plastik dalam gorengan - bahaya plastik daur ulang - bahaya pelastik -

Advertisements 

 

 

 

 Tags :   bahaya, bahaya pemakaian plastik, jenis plastik, Kesehatan, limbah, limbah plastik, plastik, plastik daur ulang, termoplastik, termoset

Artikel yang berkaitan :

Satu Respon untuk Awas Bahaya Plastik

  1. Go green berkata:

    urm..i hope diz info will help da whole world about plastics..thanxx..:)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>