Linear Sequential Model

Referensi? OK. PLAGIAT? JANGAN!Untuk membuat perangkat lunak dibutuhkan suatu strategi pengembangan yang meliputi proses, metoda, dan alat bantu (tools) yang sering diacu sebagai model proses atau paradigma pembuatan perangkat lunak (software engineering paradigm). Linear sequential model atau kadang disebut classic life cycle atau waterfall model, menganjurkan suatu sistematik pendekatan sekuensial untuk pengembangan perangkat lunak yang dimulai dari tingkat dan kemajuan sistem melalui analisis, desain, pengkodean, testing dan support. Gambar berikut merupakan ilustrasi dari linear sequential model.

linear sequential model

Linear sequential model mencakup beberapa aktivitas :

a. System / Information engineering and modeling

Karena software selalu merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, pekerjaan dimulai dengan menentukan kebutuhan-kebutuhan (requirements) untuk semua elemen-elemen sistem dan mengalokasikan sebagian subset dari kebutuhan-kebutuhan tersebut kepada software. Pandangan sistem ini menjadi penting bila software harus berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti perangkat keras, orang, dan database. Pembuatan dan analisis sistem mencakup pengumpulan kebutuhan-kebutuhan pada level sistem dengan sedikit kuantitas dari tingkat atas dari desain dan analisis.

b. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan-kebutuhan diintensifkan dan difokuskan secara spesifik pada perangkat lunak. Kebutuhan-kebutuhan untuk sistem dan perangkat lunak didokumentasikan dan direview dengan customer.

c. Desain

Desain perangkat lunak secara aktual merupakan beberapa langkah proses yang berfokus pada empat buah atribut berbeda dari program, yakni struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan detail prosedural (algoritma).

 

 

d. Pembuatan kode

Hasil desain harus ditranslasikan ke dalam bentuk yang bisa dimengerti oleh mesin. Jika desain dilakukan dalam cara yang detail, pembuatan kode dapat dikerjakan secara mekanistik.

e. Testing

Setelah kode dibuat, pengujian/testing program mulai dilaksanakan. Proses testing sendiri difokuskan pada logika internal dari perangkat lunak, memastikan bahwa semua statement telah diuji, dan pada eksternal fungsional; test tingkah laku untuk error yang tidak tertangani dan memastikan bahwa pendefinisian masukan akan memberikan hasil yang aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.

f. Support

Perangkat lunak pasti akan mengalami perubahan setelah dikirimkan kepada customer. Perubahan akan muncul karena error telah ditemukan, karena perangkat lunak harus beradaptasi untuk mengakomodasi perubahan-perubahan dalam environment eksternalnya (misalnya sistem operasi atau peralatan yang baru), atau karena customer membutuhkan perbaikan fungsional atau performansi. Support/maintenance perangkat lunak menambahkan setiap tahap yang terdahulu pada program yang ada daripada membuat yang baru.

Pada penelitian ini proses analisis, desain, coding dan testing menggunakan konsep berorientasi objek dengan pendekatan Unified Modeling Language (UML) yang akan dibahas kemudian.

Pencarian terkait:

Metode Pembelajaran Linear Sequential - Model Pembelajaran Linear Sequential - linear sequential model - linier sequential model - linear sequential - metode sekuensial - pengertian linear - metode pembelajaran waterfall - sequential linear - model pembelajaran linear sequantial -

Advertisements 

 

 

 

 Tags :   implementasi GLS TSP, linear sequential model, pemodelan, Penerapan Algoritma Genetik, penggunaan Genetic Local Search Algorithm, Penyelesaian Traveling Salesman Problem, skripsi, tugas akhir

Artikel yang berkaitan :

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>