
1. Unit Testing
Pada konteks pengujian (testing) perangkat lunak berorientasi objek, unit terkecil yang dapat diuji adalah encapsulation dari class atau object, bukannya modul per modul. Sebuah class dapat mengandung sejumlah operasi yang berbeda-beda, dan operasi khusus yang mungkin melibatkan sejumlah class lainnya. Dengan demikian class testing untuk perangkat lunak berorientasi objek ini setara dengan unit testing untuk perangkat lunak konvensional, dimana class testing ini dikendalikan oleh encapsulation operasi-operasi dari class dan prilaku keadaan (state behavior) dari class.
2. Integration Testing
Seperti halnya unit testing, integration testing untuk perangkat lunak berorientasi objek berbeda dengan perangkat lunak konvensional. Ada dua macam strategi untuk pengujian dari sistem berorientasi objek (OO systems), yakni thread-based testing dan use-based testing.
Thread-based testing mengintegrasikan sekumpulan class yang dibutuhkan untuk merespon sebuah input atau event yang diberikan kepada sistem. Setiap thread diintegrasikan dan diuji secara individual. Regression testing digunakan untuk memastikan tidak ada efek samping yang muncul.
Use-based testing dimulai dengan membangun sistem dengan menguji class-class (yang disebut independent classes) yang menggunakan beberapa server class. Setelah independent classes diuji, lapisan (layer) berikutnya dari class-class tersebut (yang disebut dependent classes) yang menggunakan independent classes diuji. Rangkaian lapisan (layer) pengujian dari dependent classes ini diuji sampai keseluruhan sistem dibangun. Tidak seperti integrasi konvensional, selama memungkinkan, penggunaan driver dan stubs sebagai operasi pengganti diabaikan
3. Validation Testing
Pada validasi atau level sistem, detail dari hubungan class tidak ditampakkan. Seperti halnya validasi pada perangkat lunak berorientasi objek, validasi difokuskan pada aksi user yang tampak dan output dari sistem yang dapat dibaca user. Metoda black-box testing dapat digunakan untuk mengendalikan pengujian validasi.
.

