
Lebih dari satu dekade, Grady Booch, James Rumbaugh dan Ivar Jacobson berkolaborasi untuk menggabungkan keistimewaan terbaik dari metoda analisis dan desain berorientasi objek mereka masing-masing menjadi suatu metoda, yang disebut Unified Modeling Language (UML). Dalam UML, sebuah sistem direpresentasikan menggunakan 5 buah “view” (pandangan) yang berbeda yang menjelaskan sistem dari perspektif yang jelas-jelas berbeda. Setiap view didefinisikan oleh sekumpulan diagram. Berikut merupakan view yang ada pada UML :
• User Model View.
Merepresentasikan sistem (produk) dari perspektif user (yang disebut actor dalam UML). Pemodelan dengan pendekatan use-case merupakan salah satu pilihan untuk user model view.
• Structural model view.
Data dan fungsionalitas dilihat dari dalam sistem, berupa pemodelan struktur statis (classes, objects, dan relationships).
Pemodelan untuk struktur statis tersebut dalam UML dilakukan dengan menggunakan class diagram.
• Behavioral model view.
Merepresentasikan aspek dinamik atau tingkah laku (behavioral) dari sistem. Juga menggambarkan interaksi atau kolaborasi diantara berbagai elemen struktur yang dijelaskan dalam user modal view dan structural model view.
UML menggunakan kombinasi dari state diagram, sequence diagram, collaboration diagram dan activity diagram untuk merepresentasikan prilaku dinamis (dynamic behavior) dari objek dan class yang telah diidentifikasi sebagai bagian dari model analisis.
• Implementation model view.
Aspek struktural dan behavioral dari sistem direpresentasikan sebagaimana mereka akan dibuat.
• Environment model view.
Merepresentasikan aspek struktural dan behavioral dari lingkungan (environment) dimana sistem diimplementasikan.
.

