Pengolahan Limbah Cair

Persoalan limbah cair adalah limbah yang paling sering kita temui dibandingkan limbah padat ataupun limbah gas. Bahkan tidak jarang limbah padat justru berubah atau disatukan menjadi limbah cair. Persoalan terbanyak dari limbah cair adalah limbah yang terkandung di dalam air, atau dengan kata lain air limbah. Air limbah dapat berasal dari berbagai macam sumber, mulai dari air hujan, air buangan rumah tangga, perkantoran sampai industri.

Air limbah ini umumnya dibuang melalui saluran / got menuju sungai ataupun laut. Terkadang dalam perjalannya menuju laut, air limbah ini dapat mencemari sumber air bersih yang dipergunakan oleh manusia. Dengan demikian penanganan air limbah perlu mendapat perhatian serius. Selain dapat berbahaya bagi kesehatan manusia, air limbah juga dapat mengganggu lingkungan, hewan, ataupun bagi keindahan.

Secara umum penanganan air limbah dapat dikelompokkan menjadi :

 
1. Pengolahan Awal/Pendahuluan (Preliminary Treatment)
Tujuan utama dari tahap ini adalah usaha untuk melindungi alat-alat yang ada pada instalasi pengolahan air limbah. Pada tahap ini dilakukan penyaringan, penghancuran atau pemisahan air dari partikel-partikel yang dapat merusak alat-alat pengolahan air limba, seperti pasir, kayu, sampah, plastik dan lain-lain.

 

2. Pengolahan Primer (Primary Treatment)
Tujuan pengolahan yang dilakukan pada tahap ini adalah menghilangkan partikel-artikel padat organik dan organik melalui proses fisika, yakni sedimentasi dan flotasi. Sehingga partikel padat akan mengendap (disebut sludge) sedangkan partikel lemak dan minyak akan berada di atas / permukaan (disebut grease).

 
3. Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment)
Pada tahap ini air limbah diberi mikroorganisme dengan tujuan untuk menghancurkan atau menghilangkan material organik yang masih ada pada air limbah. Tiga buah pendekatan yang umum digunakan pada tahap ini adalah fixed film, suspended film dan lagoon system.

 
4. Pengolahan Akhir (Final Treatment)
Fokus dari pengolahan akhir (Final Treatment) adalah menghilangkan organisme penyebab penyakit yang ada pada air. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan khlorin ataupun dengan menggunakan sinar ultraviolet.

 
5. Pengolahan Lanjutan (Advanced Treatment)
Pengolahan lanjutan diperlukan untuk membuat komposisi air limbah sesuai dengan yang dikehendaki. Misalnya untuk menghilangkan kandungan fosfor ataupun amonia dari air limbah.

 

 

Pencarian terkait:

limbah cair - pengolahan limbah cair - penanganan limbah cair - pengertian limbah CAIR - pengertian limbah - pengelolaan limbah cair - pengolahan limbah - penanggulangan limbah cair - limbah cair adalah - artikel limbah cair -

 
 

 

 Tags :   limbah cair, pencemaran air, pengolahan limbah cair

Artikel yang berkaitan :

7 Respon untuk Pengolahan Limbah Cair

  1. Sri Winarno berkata:

    Bagus sih kontennya, yuk kita sharing pengalaman, kebetulan aku menangani limbah di perusahaan

  2. thanks ya atas artikelnya salam kenal

  3. kayaxna d yang kurang tu dlam pmbahazana,,, kurang detail,,

  4. mviie ekky pradipta berkata:

    engga lengkap !!

  5. bogank berkata:

    ada yang tau pemanfaatan dari sisa proses limbah cair dimana neninggalkan lumpur berwarna kuning??

  6. asma berkata:

    thnx…..lg nyari info ttg pengolahan limbah

  7. Cak Harun berkata:

    Cak.Harun berkata :

    limbah cair yang masuk dalam Bak penampungan di beri Batu apung, Arang, Batu Ceolite
    baru masuk ke Bak .penampungan ke 2 dari bak inilah air di salurkan ke kolam ikan pembesaran.
    selamat mencobanya.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>