Siapa yang tidak kenal telur. Selain memiliki rasa yang lezat, telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki gizi yang tinggi. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat.
| Komposisi | Satuan | Telur Ayam | Telur Bebek (Itik) |
| Kalori | kal | 162 | 189 |
| Protein | g | 12,8 | 13,1 |
| Lemak | g | 11,5 | 14,3 |
| Hidrat arang | g | 0,7 | 0,8 |
| Kalsium | mg | 54 | 56 |
| Fosfor | mg | 180 | 175 |
| Besi | mg | 2,7 | 2,8 |
| Vitamin A | S.I. | 900 | 1230 |
| Vitamin B-1 | mg | 0,10 | 0,18 |
| Air | g | 74 | 70,8 |
Secara umum telur dapat bertahan di ruang terbuka lebih dari 2 minggu tanpa melalui proses pengawetan. Tapi tentunya bisa kurang dari 2 minggu bila telur mengalami keretakan ataupun pecah. Selain itu kerusakan pada telur juga dapat diakibatkan oleh :
- Serangan mikro organisme yang masuk melalui pori-pori telur;
- Naiknya derajat keasaman sebagai akibat udara dalam isi telur keluar;
- Keluarnya uap air dari dalam telur yang membuat berat telur turun serta putih telur encer sehingga kesegaran telur merosot.
Penurunan mutu telur sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kelembaban ruang penyimpanan. Kualitas telur dapat diketahui melalui serangkaian cara sederhana untuk menentukan kualitas telur. Adapun pencucian telur untuk menghilangkan mikroorganisme yang terdapat pada kotoran yang menempel pada kulit telur sebenarnya hanya akan mempercepat kerusakan. Jadi pada umumnya telur yang kotor kualitasnya akan lebih awet daripada yang telah dicuci. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur. Jenis pengawetan telur yang paling sering digunakan adalah dengan dibuat menjadi telur asin ataupun dibuat menjadi telur pindang.


siapa penulis artikel ini?