Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)

Anda ingin memiliki rumah tetapi uang yang anda miliki tidak mencukupi?
Mungkin anda mempertimbangkan menggunakan kredit kepemilikan rumah (KPR) sehingga anda dapat membeli rumah secara mencicil. Lalu berapa lamakah tahun cicilan yang ideal bagi anda? Hal ini tentunya berpulang lagi pada kemampuan keuangan anda. Tapi tahukah anda, jika dihitung-hitung, apabila semua uang cicilan anda dikumpulkan jumlahnya mungkin bisa mencapai 2-3 kali lipat harga rumah yang anda beli, hal ini tergantung bunga dan lama cicilan.

Tetapi anda tidak perlu khawatir, jumlah uang yang 2-3 kali lipat dari harga rumah yang telah anda setorkan tersebut pada saat cicilan berakhir tidak akan seberharga pada saat anda memulai membayar cicilan. Kenapa ? Karena adanya inflasi, sehingga harga barang-barang akan naik. Bisa jadi jika saat ini harga sebungkus mie instan berkisar Rp 1.000 – Rp 2.000 mungkin nanti pada saat cicilan berakhir 10-15 tahun kemudian harganya akan naik menjadi Rp 2000 – Rp 4000. :)

Selain itu, jika keberuntungan memihak anda, rumah anda pada masa depan mungkin akan berharga lebih dari 3 kali lipat, sehingga merupakan investasi jangka panjang bagi anda.

Mencicil / Angsuran Melalui Bank Tunai

K

E

L

E

B

I

H

A

N

  1. Tidak perlu uang banyak, asal cukup untuk uang muka dan cicilan, sisanya bisa buat modal usaha.
  2. Ada bantuan/subsidi untuk uang muka, baik melalui jamsostek, bapertarum ataupun yang lainnya.
  3. Dengan mencicil tentu pembayaran akan terasa lebih ringan.
  4. Nilai uang pada saat mulai pembayaran cicilanmula-mula akan terasa berat tetapi seiring dengan inflasi lama-lama akan terasa ringan / tidak terasa.
  5. Rumah dapat ditinggali / ditempati. Hitung-hitung uang untuk kontrakan digunakan untuk cicilan.
  6. Semakin besar uang muka ataupun semakin lama jangka waktu pembayaran, umumnya uang cicilan akan menjadi semakin lebih murah
  7. Belum tentu ada yang menjual rumah pada lokasi dengan harga ‘murah’ pada saat 10-15 tahun kemudian (pada saat cicilan berakhir) .
  1. Harga rumah dapat ditekan.
  2. Rumah dapat langsung ditempati, tanpa memikirkan cicilan.
  3. Jika tetap harus membayar cicilan karena anda meminjam sebagian uang kepada orang tua saudara ataupun teman, tentunya bunganya tidak sebesar bunga bank atau bahkan tanpa bunga
    sama sekali.
  4. Pilihan rumah lebih banyak, baik rumah baru/bekas yang menerima KPR ataupun tunai.
  5. Kesempatan lebih besar. Penjual rumah umumnya lebih cepat menerima tunai daripada KPR.
  6. Surat-surat rumah dapat langsung dimiliki, atau dengan kata lain ada uang ada barang.

K

E

K

U

R

A

N

G

A

N

  1. Sekalipun menurut anda telah memenuhi syarat, belum tentu kredit yang anda ajukan akan disetujui oleh pihak bank. Hal ini akan membuat uang muka yang telah anda setorkan akan
    “terkatung-katung”.
  2. Semakin lama jangka waktu pembayaran, semakin besar bunga yang akan dibayarkan.
  3. Jika tidak menggunakan sistem flat, ada kemungkinan bunga yang dibebankan kepada anda akan semakin besar sesuai dengan perkembangan pasar.
  4. Tidak dapat diramalkan, bahwa kemungkinan PHK dan kerugian yang mungkin dapat menimpa anda sebelum cicilan lunas.
  5. Tidak menutup kemungkinan ada developer nakal. Pada saat cicilan lunas, surat-surat seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) yang seharusnya menjadi milik anda, tidak dapat anda terima.
  1. Butuh waktu untuk mengumpulkan uang dalam jumlah banyak, kecuali kalau dapat warisan atau menang undian/arisan.
  2. Jika kurang hati-hati, bisa jatuh ke dalam penipuan ataupun permasalahan hak kepemilikan rumah.
  3. Sebagian uang mungkin saja untuk modal usaha.
  4. Mungkin saja beberapa waktu setelah rumah dibeli secara tidak sengaja menemukan ada rumah lain yang lebih baik/bagus dengan harga yang lebih murah.

Setelah menimbang-nimbang kelebihan dan kekurangan membeli rumah tersebut, mungkin akan memperkuat atau bisa jadi akan menggoyahkan alasan anda kenapa tidak menggunakan kredit kepemilikan rumah ataupun menggunakannya.
Yang jelas, semuanya berpulang kembali kepada anda, toh anda sendiri yang akan menjalaninya.

Pencarian terkait:

kelebihan dan kekurangan bank - kerugian kpr - kelebihan kredit - kerugian kpr indent - untung rugi kredit rumah - kekurangan kredit - keuntungan kredit rumah di bank - kelebihan kpr - Keuntungan kredit rumah - keuntungan menggunakan kredit bank -

Advertisements 

 

 

 

 Tags :   alasan menggunakan KPR, angsuran KPR, cicilan KPR, jual rumah, KPR, Kredit Pemilikan Rumah, penggunaan KPR, rumah dijual

Artikel yang berkaitan :

2 Respon untuk Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)

  1. Dian berkata:

    Bagi yang berminat dengan KPR, situs http://www.dana-mandiri.com layak dikunjungi yang berisi tanya jawab dan informasi aktual seputar cara pengajuan KPR…
    Semoga bermanfaat…:-)

  2. Hati-hati dengan KPR. Saya sedang mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan hati dengan salah satu Developer di daerah saya tepat nya KPR Jati Bening di daerah Binjai Utara, Sumut.
    Janji awal yang ditawarkan oleh marketing kepada saya :
    1. Hanya dengan modal Rp 15 Juta bisa melakukan Akad Kredit rumah Type 36 (tidak ada penambahan biaya lagi)
    2. Cicilan Rp 900 Ribu per bulan selama 15 tahun
    Kenyataan :
    1. Setelah saya bayarkan uang sebesar Rp 11 Juta ternyata saya diwajibkan untuk akad kredit kpd salah satu Bank di Medan, padahal Rumah tersebut baru terbangun sekitar 60% (menurut perkiraan saya) yaitu terbangun dindingnya saja. kemudian saya tanyakan perihal ini dan jawaban Developer yaitu bahwa KPR tersebut menggunakan sistem “Inden”.
    2. Kemudian saya mendatangi Bank setelah mendapat telf dari Pihak Bank untuk menjalani Proses Akad Kredit. Dari Pihak Bank tersebut saya dijelaskan bahwa saya harus menanggung biaya akad kredit sebesar Rp 7.000.000 dan cicilan KPR sebesar +- Rp 1.100.000 selama 15 tahun.
    Setelah kejadian tersebut saya menemui beberapa orang yang telah mengambil KPR (konsumen) di tempat yang sama,ternyata beberapa orang yang saya temui menyatakan bahwa Developer tersebut Pailit alias Bangkrut dengan bukti bahwa Marketing sudah beberapa bulan tidak dibayarkan honornya, pemasok bahan materiil juga telah beberapa Bon pembayaran tidak terbayarkan dan beberapa konsumen telah kecewa dengan perlakuan, tindakan dan kebijaksanaan Developer namun beberapa konsumen tidak bisa melakukan reaksi yang berarti sehingga benar apa yang dikatakan “DP terkatung-katung”.
    Saya coba untuk meminta kepada Developer agar DP yang telah saya bayarkan segera dikembalikan,namun intrik, dalih dan pernyataan yang dikarang-karang yang saya dapatkan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>