aimyaya.com

Simple, Useful

 

Harga Pulsa Hemat

 

Kumpulan Teknik Penyaringan Air Sederhana

Rabu Jan 28, 2009

Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya merubah/menjernihkan air keruh/kotor tersebut menjadi air bersih yang layak pakai.

Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan air bersih, dan cara yang paling mudah dan paling umum digunakan adalah dengan membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yang paling tepat adalah membuat penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa air bersih yang dihasilkan dari proses penyaringan air secara sederhana tersebut tidak dapat menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakan destilasi sederhana untuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam. Saran saya, sebelum anda membeli alat / mesin penjernih air yang harganya ratusan ribu sampai jutaan rupiah, anda mencoba terlebih dahulu beberapa alternatif cara sederhana dan mudah guna mendapatkan air bersih dengan cara mempergunakan filter air / penyaringan air :

1. Saringan Kain Katun.

Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

saringan kain katun

 

2. Saringan Kapas

Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.

saringan kapas

 

 

 

3. Aerasi

Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

aerasi

 

4. Saringan Pasir Lambat (SPL)

Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Lambat (SPL).

saringan pasir lambat

 

5. Saringan Pasir Cepat (SPC)

Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Cepat (SPC).

saringan pasir cepat

 

6. Gravity-Fed Filtering System

Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi Saringan Pasir Lambat.

Gravity-Fed Filtering System

 

 

 

7. Saringan Arang

Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF pada gambar di bawah ini.

saringan arang

 

8. Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikel saringan air sederhana.

saringan air tradisional

 

9. Saringan Keramik

Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

saringan keramik

 

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu

Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.
Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

saringan cadas

 

11. Saringan Tanah Liat.

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya. Lihat saringan keramik.

 
 
maaf bila tulisan ini “kepanjangan“… :)

 

Popularity: 100%

 

 Tags :   air bersih, cara mudah, disinfeksi, filter air, filter air sederhana, pengolahan limbah cair, pengolahan limbah rumah tangga, penjernih air, penjernih air keruh, penjernih air sederhana, penyaring air, penyaringan air, rumah tangga, saringan, saringan air, saringan air tradisional, saringan pasir, wastewater treatment

 

 

 Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

 
 

 

 

67 Comments »

ada teman saya yang pernah kasih saran kalo sumber airnya tidak bagus bisa di kasih zat kimia, maka airnya bisa jadi jernih. masalahnya saya lupa apa nama zat kimia tersebut. barangkali anda bisa kasih info nama zat kimianya? kalo cara yang diatas tergolong ribet instalasinya.

Februari 6th, 2009 | 18:52

Biasanya dikasih tawas atau AGS Plus yang mengandung senyawa aktif Al2O3. Setiap 1 bungkus serbuk / bubuk AGS plus ukuran 13 gram mampu untuk menjernihkan hingga ± 1000 liter air (hasil dapat bervariasi, tergantung juga pada tingkat kekeruhan/kekotoran air yang akan dijernihkan).
Sedangkan untuk disinfektannya biasanya menggunakan Klorine/Chlorine dan kaporit.

Februari 8th, 2009 | 06:51

Mau tanya bagaimana jika arang batok susah didapat diganti dengan arang kayu yang digunakan untuk masak? terima kasih

Februari 23rd, 2009 | 17:55

Menurut saya tidak masalah, yang penting ada unsur karbonnya. Akan tetapi untuk hasil yang lebih baik sebaiknya menggunakan arang batok.

Februari 23rd, 2009 | 20:46
eko:

Pasir yang digunakan dalam penjernihan air tersebut jenis apa? apa yang digunakan pasir yang bersumber dari sungai atau pasir kwarsa yang di beli dari toko.
Ukuran pasir pengaruh tidak?

Maret 15th, 2009 | 20:29
Adie tyawarman:

Agar debit air yang keluar bisa sebanding dengan yang masuk bila menggunakan pompa?

Maret 30th, 2009 | 20:08

Mungkin ada beberapa cara untuk mengakalinya :
a) Gunakan drum / tong ukuran besar;
b) Perbesar keran / saluran keluarnya.
c) Rawat / cuci / ganti bahan saringan secara rutin / teratur.

April 13th, 2009 | 18:08
chandra:

duh ma kasih aimjaya, aku mo coba nich ilmu baruna

April 28th, 2009 | 10:14
novyan:

Apakah arang batok harus dilembutkan atau harus dibuat ukuran tertentu? Dan bagaimana caranya menghilangkan rasa agak asin pada air?

Juni 12th, 2009 | 02:01

aimyaya,yang baik.
saya punya kolam airnya ngak mau bening,sumber airnya dari sungai kecil yang keruh,bagaimana kiatnya supaya air kolam saya bisa bening terus.Air dari sungai bisa masuk dengan membendung ,ada kalanya juga dengan mesin pompa,terima kasih atas bantuan dan petunjuknya.

Juni 23rd, 2009 | 06:41

Coba dasarnya berikan batu kali / kerikil. Selain itu sebelum air dari sungai masuk, coba airnya terlebih dahulu melewati saluran yang dibuat berkelok/kelok (berbelok-belok) dengan dasarnya diberi kerikil juga.
Sebagai gambaran, coba amati bahwa kebanyakan sungai yang dasarnya (lapisan paling atas dari dasar sungai) terdiri dari bebatuan / kerikil maka airnya akan lebih jernih dibanding sungai yang dasarnya terbuat dari lapisan tanah / lumpur.

Juni 29th, 2009 | 22:47
akhid:

aimyaya,mau tanya….
sumur t4 sy airnya kadang berwarna kekuningan, trs jk untk mencuci pakaian warna putih mlh pakaiannya jd agak kakuningan gt. bisakah sy menyaring menggunakan media saring arang dari sekam/pecahan genteng…..makasih sebelumnya

Juli 12th, 2009 | 03:47
nadia:

saya sudah mencoba metode penyaringan pasir tapi tak berhasil .air tetap kuning keruh.bagaimana caranya supaya dapat air bersih?

Juli 17th, 2009 | 21:50
diki:

tolong kasih solusinya, sumur didaerah saya airya tidak jernih sperti air sungai, apakah air sumur tersebut air sungai karna letak sumur dengan air sungai kira2 kurang lebih 100 m? tolong dong cara menjernihkannya. terimakasih

Juli 20th, 2009 | 20:58
yusup:

saya buat dng sistem aliran naik, pake drum uk 80 lt dgn 3 saluran ( inlet(supply), back wash ( buangan) dan out let) , isi drum dari atas: ijuk ( u/ ngikat lumut, arang( u/ ngilangin bau, kerikil+ pasir ( u/ nyaring lumpur, manggan + carbon paling bawah.

hasil nya bagus sih cuma klo aliran ngadat sering di back wash makanya kubikin saluran back wash. kendalanya biar ada back wash tiap 4 bln sekali harus di buka dikuras betul betul memeras keringat” bayangin aja 80 kg material harus di cuci cuci cuci dan di cuci ( maklum kadar besinya minta ampun)

Juli 21st, 2009 | 21:41

@ novyan:
tidak perlu lembut sekali, yang penting masih belum jenuh dan masih cukup untuk mengatasi bau dan warna air

@ akhid, nadia dan diki:
sumur saya justru kalo kemarau warnanya jadi hitam + bau mirip got, tapi air dari saringan yang saya buat justru bisa membuatnya jadi jernih dan biasa dipakai mencuci (tetapi tidak merendamnya lebih dari 12 jam / satu malam).
arang batok di ganti arang sekam, pecahan genteng menggantikan pasir dan kerikil? tidak masalah yang penting ada unsur “arang”, “pasir” dan “kerikil” serta ketebalan lapisannya cukup untuk menjernihkan air.

@ yusup:
saya menggunakan drum penampung yang berfungsi untuk pengendapan terlebih dahulu. Hal ini efektif jika air sumur saya sedang berwarna hitam. Selain debit air saringan saya perkecil (k.l. 200 lt air dalam 1 malam/12 jam) saya juga menyaring air yang akan masuk saringan dengan kain katun terlebih dahulu.
Jadi kira-kira 1-2 hari sekali (tergantung tingkat kekotorannya) saya cuci saringan kain tsb. Menurut saya lebih mudah begitu daripada setiap 4 bulan sekali harus mencuci 80kg material.
:)

Juli 27th, 2009 | 16:46
Meirin:

Thanx banget ya! jadi kebantu deh tugas makalah kimianya. Mou ichido Arigatou gozaimashita!

Agustus 17th, 2009 | 22:52
akhid:

aimyaya, makasih banget ilmunya…
kapan-kapan aq pasti nanya lagi, boleh yaa…..

Agustus 25th, 2009 | 23:35
HENDRI DUNAN:

Klo kita menggunakan tawas berbahaya ngak..untuk kesehatan, trus klo menggunakan kapur kemudian tawas gmn…

Agustus 30th, 2009 | 21:06

@ Hendri Dunan:
Tawas merupakan bahan kimia. Bila terlalu banyak tentu akan berpengaruh pada rasa air dan tentunya tidak baik untuk kesehatan.

Agustus 31st, 2009 | 00:07
djoni:

aimyaya mau tanya
ada yg bilang utk menyaring air pake pasir silika,belinya di toko apa? kalo ada pengganti selain pasir silika, pke bahan apa lagi. thanks

September 26th, 2009 | 22:18

Biasanya ada di toko tempat penjual saringan air (isi ulang). Harganya berkisar Rp200 ribu per sak (50 kg).
Coba saja ganti pasir silika dengan pecahan beling/kaca atau gunakan zeolit.

September 29th, 2009 | 21:15

asslmkm…
saya mau minta tolong…
tolong kirim sketsa alat penyaringan air laut..kalau anda punya desainnya tolong kirim ke email saya…oh ya..alat penyaring air laut yang mengunakan arang carbon aktif..tolong kirim ya….thank…

September 30th, 2009 | 10:41
Awank:

Aimyaya yg baek..Bisa nggak arang bathok klapa langsung dimasukkan ke sumur?Trus brapa perbandingan bathok ma air sumur?Thanks sblumnya!

Oktober 8th, 2009 | 04:07

@helmi:
Saringan sederhana tidak bisa menyaring kandungan garam yang ada dalam air laut. Kalo mau cara yang sederhana coba gunakan distilasi sederhana.

@ Awank:
Salah satu manfaat arang adalah menghilangkan bau yang ada di air. Arang bisa saja dimasukkan ke sumur, tetapi lama kelamaan sumur anda akan penuh oleh arang (menjadi dangkal) dan bisa jadi akan terhisap oleh mesin pompa air anda. Kalo tetap mau dimasukan ke dalam sumur coba dibungkus dulu dengan bahan yang berlubang agar air dapat masuk tetapi arangnya tidak berhamburan/keluar. Kemudian bungkusan arang tersebut diberi tali yang ujungnya diikat di bibir sumur, agar penggantian arang secara berkala/teratur dapat lebih mudah dilakukan.

Oktober 8th, 2009 | 16:11

Dear Ami,

Saya udah saring air dan hasilnya bersih tetapi air tersebut kembali berobah kuning setelah dalam 3 atau 4 jam kemudian, so gimana donk ?

Oktober 8th, 2009 | 18:46

Salam kenal
Saya mo tanya, air sumur pompa dirumah saya jernih dan agak bau besi,tapi lama kelamaan berubah jadi kuning, gmana cara mengatasinya agar bisa dikonsumsi, minimal buat nyuci baju biar gak bau besi, makasih sebelumnya
Wassalamu’alaikum

Oktober 10th, 2009 | 16:39

Bisa muat Penyaringan sederhana untuk air mengandung Kapur??kami di NTT kondisi nya begitu..
Thanks before

Oktober 27th, 2009 | 02:29

artikel yang sangat berguna.
nah, saya sebentar lagi akan kkn (kukerta) dan berencana membuat proyek penyaringan air.
Jika menimbang kemampuan dana saya berencana membuat penyaringan yang bisa dipakai secara umum.
kira-kira teknik penyaringan mana yang baik, mudah dan bisa dalam skala besar?
terima kasih

Oktober 27th, 2009 | 17:30
lenny:

thank’s y amiyaya……..
skra tugas jd lbh gampang!!
:v

November 4th, 2009 | 04:17
chudori:

Penyaringan air laut atau air payau yang bera asin dengan sistem distilasi sederhana terlalu lambat untuk meghasilkan air dalam jumlah yang banyak. Ada gak metode lain selain distilai sederhana dan tidak menggunakan RO. Kalau biasa dengan teknologi tepat guna seperti gambar/sketsa yan anda sering tampilkan. Trims

November 11th, 2009 | 06:00
zul:

aimyaya
Apakah efek sampingan AGS Plus?
Apakah AGS Plus sama pungsinya dengan tawas?

November 13th, 2009 | 17:58
jhon:

gimana caranya menghilangkan zat2 kimia dan bakteri/kuman pada air ledeng agar bisa langsung dimamfaatkan untuk piara ikan,thks

November 25th, 2009 | 00:47

Sangat menarik informasi die halaman ini! Untuk Saringan Air yang Murah bisa lihat juga di http://www.nazava.com

Desember 8th, 2009 | 07:18
tomi:

air kolam ikan gw belumut,gmna caranya agar ngak trlalu berlumut?gw udh pke saringan ijuk tp msh berlmut.kolam ikan gw kolam beton,tolong beri solusinya. makasih…

Januari 3rd, 2010 | 07:46
jack:

sama dengan tomi, sy mau numpang tanya, bgmn teknik murah meriah buat bikin kolam ikan gak cepat berlumut dan ijo? ada obat / zat kimia yg praktis gak, tp ikan tetap dapat hidup..? thanks!

Januari 4th, 2010 | 06:07
bertha aruan:

aimyaya yang baik, sumur gali di rumah saya itu airnya keruh berwarna merah bau dan berminyak sementara pam blm ada, kami sdh coba saring dgn pasir,ijuk + tawas dan kaporit tapi tdk ada perubahan yg berarti,gimana caranya untuk dapat air yg bersih ? please help me. tks

Januari 19th, 2010 | 00:10

saya dg andri, saya mau nanya d perumahan saya dulunya bekas pesawahan jd air d sumur aga bau tanah dan apa pasir hitan terbawa apabila mau d konsumsi, bagaimana cara membuat filter/saringan yang sederhana agar air d daerah saya dpt d konsumsi

Januari 21st, 2010 | 00:37

Terima kasih sebelumnya,
Boleh tau nggak, itu daftar pustakanya dari mana saja? thx

Januari 21st, 2010 | 03:03

Postingan yang sangat bermanfaat…. thanks ya tas infonya…

Salam kenal dari saya

Januari 21st, 2010 | 16:02
ana:

kebanyakan klo sumur keruh it pd musim kemarau, tp klo musim hujan airnya hitam dan bau got gmn ya? mo di kuras, airnya buanyak bgt. ap ad pencemaran sumbernya?
sumurnya dekat sungai, bahkan bau air sungailbh baik

Januari 31st, 2010 | 19:21

Bagus infonya, ijin reposting ya…tks.

Februari 3rd, 2010 | 07:18

@ amir
Sebelum air masuk ke saringan coba diendapkan dulu dalam sebuah tong khusus.
Setelah itu coba pertebal lapisan saringannya.
Kalau masih tidak bisa juga, hmmm.. gunakan AGS :D

@ Lanlan A., Yendris
Coba Langkah di atas. Kalo buat nyuci baju jangan gunakan pemutih.. selain itu jangan merendam baju dengan deterjen terlalu lama.

@chudori
untuk menghasilkan air bersih dari air laut dalam jumlah banyak dapat dilakukan dengan memperluas penampang / kaca, selain itu tergantung pada panas / terik matahari. Bisa juga menambahkan pemanasan dengan menggunakan Panel surya.

@ Zul
Dengan menambahkan AGS maka kotoran (termasuk zat logam) yang terkandung dalam air akan diendapkan. AGS kurang lebih sama fungsinya dengan tawas, tetapi menurut saya dosis untuk AGS lebih aman. Selain itu endapan kotoran pun akan terlihat dengan jelas.

@jhon
Zat kimia dan bakteri/kuman sebenarnya bisa disaring, tetapi bila kadarnya berlebih tentu masih akan ada pada air hail saringan. Untuk cara termudah mematikan bakteri/kuman gunakan sinar ultra violet.

@bertha A.
Coba pertebal lapisan saringan. Setelah itu jika masih bermasalah coba gunakan AGS.
bila masih belum bisa juga, coba saringan RO. :D

@andriansyah
coba buat saringan air sederhana.

@ made pury
Saya lupa lagi. cari aja di google. dulu juga saya cari di google kok. double cari pake bahasa indonesia dan bahasa inggris. ;)

@ Mr. Aziz, M. Baitullah Al Amin
Terima kasih salam kenal juga.

@ ana
Sumur saya juga dekat sungai. Sudah pasti ada rembesan dari pencemaran tanah. Mungkin karena sampah disekitar sumur ataupun dari sampah yang dibuang ke sungai, atau banyak lagi alasan lainnya seperti limbah pabrik, got, dsb.
Coba pindahkan/ganti sumurnya ke tempat yang agak/menjauh dari sungai. Tetangga saya membuat kembali sumur bor yang lebih jauh dari sungai dan hasilnya tidak mengecewakan. bahkan ketika sumur saya kembali berwarna coklat / hitam, sumur tetangga saya tetap jernih.
Saya juga berniat melakukan hal yang sama.

Februari 3rd, 2010 | 17:01
Fakhira:

Ass.wr.wb. Amiyaya…
untuk saringan arang, kira-kirakumannya juga ikut hilang gak?
TRIMS yaa!

Maret 12th, 2010 | 03:03
bubi:

menarik banget
bisa minta rincian nya gak
mau saya jadikan penelitian lanjut di skripsi saya
tangks

April 2nd, 2010 | 23:03
tommy:

saya pernah lihat alat penyaringan air laut menjadi air tawar dalam buku Teknologi Tepat Guna dari USU. di buku tsb rasa asin air disaring dgn menggunakan kapur (CaOH).
yg saya tanyakan:
kapur yg bagaimana itu?? apakah yg biasa digunakan digunakan untuk mengendalikan PH tanah di pertanian??

apakah memang alat seperti itu memang ada dan air hasil penyaringan layak komsumsi, minimal tuk mencuci kain??

tolong banget jawabannya… thx

April 5th, 2010 | 05:28
Welly:

aimyaya, tolong tanya.. Saya berencana memakai penyaringan air untuk air minum hewan ternak. Fokus utama di masalah bakteri yang ada dan output air bersih yang banyak. Kira2 metode penyaringan air apa yang cocok? Aplikasi Lampu sinar ultraviolet bagaimana (berapa lama disinari?; yang di sinari air hasil penyaringan atau raw water?; lampu ultraviolet untuk aquarium bisa pakai?). Serta Bagaimana membuat/dimana membeli aerator tray ? Saya tertarik untuk menggabungkan saringan air sederhana+aerator tray+ ultraviolet (sebenarnya mau plus keramik tapi bakal ribet)
mohon di
beri petunjuk ya (sori banyak tanya+mbulet). trimakasih banyak

April 9th, 2010 | 05:51
Mira:

Saya setuju bahwa air merupakan sumber kehidupan kita. Tanpa air, kita pasti akan serba kekurangan, dapat membuat kondisi bumi menjadi panas dan kekeringan. Jika kita menginginkan kesejahteraan bumi, maka kita harus menyelamatkan, menjaga, melestarikan, dan juga merawat bumi termasuk dengan cara melakukan sesuatu agar air yang kita miliki ini tidak habis sebelum generasi kita berikutnya menikmati kekayaan bumi..!!
Thankz so much..
:-D

April 18th, 2010 | 22:35
Herjuna:

bisa minta bantuan tenaga tuk cara pembuatannya ? jika bisa hubungi 085710350804

April 20th, 2010 | 19:56
Anjani Prastika:

Assalamualaikum..
saya tertarik dengan IPAS ini..
dan bermaksud untuk bertanya lebih lanjut..

saya sangat membutuhkan info ini karena jurusan saya akan mengadakan seminar tentang IPAS ini..jadi saya sangat mohon bantuannya..
terima kasih sebelumnya..

April 25th, 2010 | 00:36
mayang:

thx bgt yaach…
membantuu…

Mei 19th, 2010 | 01:22

gmna lw ditambah cuka para

pa kandungan air berubah

Mei 21st, 2010 | 05:39
Ambar:

help me, please…
toyo sumur kulo buthek jeni alias kekuningan kados toya kali
sampun kulo paringi tawas, sameniko toyonipun pethak buthek. nyuwun pituturipun, matur nuwun

Juni 21st, 2010 | 20:35

air dirumah kuning sekali malah bercampur sedikit lumpur, saya pernah membuat penyaring sangat sederhana sekali.air dari selang ditutup dengan busa berlapis kemudian dialirkan ke pasir [10 cm]lalu luapan air dari pasir naik melewati beberapa lapis busa lagi, karena menurut saya air yang dipaksa keluar/ adanya tekanan tidak bisa terlalu jernih, sehingga saya biarkan air meluap melewati beberapa filter busa..hanya saja kendalanya sehari bisa sampai 2-4x pembersihan karena bercampur sedikit lumpur, tetapi alhamdulilah airnya sangat jernih sekali..semoga tmn2 bisa merevisi/mengembangkannya lagi.tx

Juni 22nd, 2010 | 22:03
BUDI ROXX:

AIM YG OK..SUMUR DIRUMAH DIATAS PERMUKAAN AIR BYK MINYAK…SAYA SDH PAKE PENYARING PASIR DAN ARANG…TETAPI SETELAH DISARING MSH JUGA BERMINYAK…AWALNYA AIR SETELAH DISARING BERSIH..SETELAH 2 JAM AIR KEMBALI KUNING DAN TIMBUL MINYAK DIPERMUKAAN …MINTA SOLUSINYA DONG…SAYA PERNAH PAKE AGS TAPI GAK TAHAN LIAT ENDAPANNYA…BARU MAU DIAMBIL PAKE GAYUNG ENDAPANNYA NAIK LAGI KEATAS…PLEASE PETUNJUKNYA…

Juni 26th, 2010 | 04:08
tjahyo:

mo tanya neh aimyaya, di tempat saya tinggal ini, dulunya rawa yang di atasnya dijadikan ternak ayam, airnya seh bening tetapi bila diendapkan kira2 setengah jam maka akan didasar air akan menguning dan bila seharian bisa seperti lemak, yang saya tanyakan,untuk menjadikan air tsb normal atau layak untuk di konsumsi, mohon bantuannya, terimakasih

Juni 27th, 2010 | 07:42
fredy:

ada yang tau cra penyaringan air laut biar g asin lagi?

Juni 30th, 2010 | 21:15
Hedi:

terima kasih infonya….skalian mo nanya nih..l cara ngelola limbah sisa minya goreng dan limbah deterjen bekas cuci pakaian..gimana caranya..

Juli 2nd, 2010 | 05:34

Mo nanya ne mas… Tempatku di daerah sumatra, tepatnya di Riau. Disini kan daerah jenis tanahnya gambut,lumpur… Jadi ga ada air jrnih mas… dari sungai sampai sumur semua airnya keruh dan bau… jga keruhnya agak berwarna kuning. Airnya susah di jernihkan,walau diendapkan smpai beberapa hari pun, air ga mau berubah sedikitpun… saya sudah coba gunakan baerbagai alternatif penjernihan… tpi hasilnya nihil… terpaksa tetap saya gunakan untuk mandi dan mencuci. Yang saya tanyakan adalah bagaimana dan dimana saya bisa mendapatkan AGS atau kaporit dan sejenisnya.. karena hanya dengan cara itu mungkin air bisa jernih… terimakasih… Saya tunggu jawabannya ya…..

Juli 7th, 2010 | 22:12
Ruly Taufik:

Mas Aimyaya yang terhormat….. Saya di rumah membuat sumur bor Sanyo. Tapi setelah air keluar bau zat besi. Sekarang banyak dijual filter/saringan air yang kebanyakan mengharuskan adanya bak penampung air disimpan diatas, tapi masalahnya lahan rumah saya sempit sehingga agak sulit menempatkan bak penampungan air. Ada cara/alat yang bisa menyaring air sehingga zat besi nya gak hilang tapi gak harus menggunakan bak penampungan diatas ? jadi alat nya disimpan dibawah sebelum atau sesudah mesin penyedot air (sanyo). Terima kasih sebelumnya mas…

Juli 10th, 2010 | 04:47

saya udah bikin filter air sederhana.yaitu terdiri dr pasir aktif.pasir silika .karbon aktif zeolit.hasil bening tp setelah 3 jam air kembali agak kuning padahal udah byk bahan yg saya gunakan dan air msh berminyak.mohon solusinya

Juli 30th, 2010 | 02:11

Bos.
Kalau ada ga teknik untuk mengurangi zat kapur dalam bentuk paketan, maksudnya udah ada teknologi sederhana yang telah dijual di pasaran.

Lalu dengan zeolit, bisa didapatkan dimana yah ? dan harganya berapa ?

terima kasih,

Agustus 2nd, 2010 | 23:42
ramel:

sya tingal di bengkalis,lokasi nya di tepi laut,jd air sumur saya berwarna kemerahan dan agak berbau asin,gmn cara nya agar air sumur trsebut bsa di gunakan untuk layak di konsumsi.trimakasih bantuan nya

Agustus 21st, 2010 | 00:56
Dian:

@ Bondus :Bila air masih berwarna kuning & ada lapisan minyaknya berarti kandungan Fe/zat besi dalam air sangat tinggi …solusinya yg efektif adalah menggunakan kaporit/chlorine untuk proses pengikatan zat besi nya atau melakukan proses oksidasi ..untuk proses chlorinisasi bisa di pasangkan tabung chlorinenator setelah pompa air sblum di masukan ke dalam tangki/torn air …air keluaran/distribusi baru di filter menggunakan filter yg anda punya sekarang ini … di jamin kualitas air akan lebih baik .. Untuk proses oksidasi dapat menggunakan aerator pump yg di alirkan melalui slang & di masukan dalam tanki/torn air ..stelah itu baru di filter .

Agustus 21st, 2010 | 09:58
Dian:

@ Bondus : bisa menggunakan aplikasi chlorinasi atau oksidasi untuk mengikat zat besi nya ..

@ Wirya : menghilangkan Zat kapur dapat menggunakan filter resin anionik …
Zeolit lokal dapat menghubungi saya di 021-93045182

Agustus 21st, 2010 | 10:04
Anjani:

Dear, Aimyaya.
Saya sangat tertarik dengan IPAS ini.
Dan saya sangat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai IPAS ini. Bisa tolong hubungi saya di alamat email saya?? Saya tunggu kabar baiknya. Dikarenakan hal ini sangat penting dan mendesak bagi saya. Tolong segera kabari saya.
Terima Kasih

Agustus 25th, 2010 | 05:36
Wendy:

bisa minta bantuan tenaga tuk cara pembuatannya ? jika bisa hubungi 085268828582

Agustus 30th, 2010 | 21:38
Leave a Reply

Comment

 

 

 

Artikel yang berkaitan :

Artikel Populer

Tulisan Terakhir

Tag Cloud