aimyaya.com

Simple, Useful

 

Harga Pulsa Hemat

 

Saringan Pasir Lambat (SPL)

Jumat Jan 16, 2009

Saringan Pasir Lambat (SPL) sudah lama dikenal di Eropa sejak awal tahun 1800an. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, SPL dapat digunakan untuk menyaring air keruh ataupun air kotor. Saringan Pasir Lambat sangat cocok untuk komunitas skala kecil atau skala rumah tangga. Hal ini tidak lain karena debit air bersih yang dihasilkan oleh SPL relatif kecil.
Ada dua jenis proses penyaringan yang terjadi pada Saringan Pasir Lambat, yakni secara fisika dan biologi. Partikel-partikel yang ada dalam sumber air yang keruh secara fisik akan tertahan oleh lapisan pasir pada SPF. Disisi lain, bakteri-bakteri dari genus Pseudomonas dan Trichoderma akan tumbuh dan berkembang biak. Pada saat proses filtrasi dengan debit air lambat (100-200 liter/jam/m2 luas permukaan saringan), patogen yang tertahan oleh saringan akan dimusnahkan oleh bakteri-bakteri tersebut.

Secara umum skema dari Saringan Pasir Lambat dapat dilihat sebagai berikut :

Saringan Pasir Lambat

Atau mungkin anda dapat memodifikasinya sehingga menjadi seperti gambar di bawah ini
Saringan Pasir Lambat Sederhana

 

Secara berkala pasir dan kerikil dari SPL harus selalu dibersihkan. Hal ini untuk menjaga agar kualitas air bersih yang dihasilkan selalu terjaga dan yang terpenting adalah tidak terjadi penumpukan patogen / kuman pada saringan. Untuk disinfeksi kuman yang terkandung dalam air dapat menggunakan menggunakan berbagai cara seperti khlorinasi, brominasi, ozonisasi, penyinaran ultraviolet ataupun menggunakan aktif karbon. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya air hasil penyaringan dimasak terlebih dahulu hingga mendidih sebelum dikonsumsi. :)
Aplikasi Saringan Pasir Lambat Sederhana

 

 

 Tags :   air bersih, pengolahan limbah cair, saringan, saringan air, saringan pasir

 Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

 

Artikel yang berkaitan :

 

 


 

 

 

 

 

6 Comments »

Radius:

boss mau tanya di tempat saya dulu nya pesawahan malah sekarang masih ada di pinggir rumah saya, air nya bening tapi klu di pake nyuci baju putih jadi kusam. apakah cocok tidak kalau sy coba dengan SPL? trim kasih.

Oktober 26th, 2009 | 04:11

Berarti airnya mengandung unsur logam atau zat besi. Baju putihnya jadi kusam karena mungkin sama om Radius baju tersebut direndam menggunakan deterjen yang mengandung pemutih. Pemutih tersebut bereaksi dengan logam yang ada di air dan membuat bajunya jadi kusam atau kuning.

Oktober 27th, 2009 | 17:59
mieL:

lalu bagaimana cara sederhana yang dapat dilakukan agar baju tidak kusam?

Nopember 9th, 2009 | 05:41

punya gambar tentang pasir yang digunakan..? di kampung saya, air bersih jadi soal utama. saya perna coba membuat penyaringan dengan pasir dan arang. pasir yang kugunakan hampir setengah drum. tapi hasilnya msih kotor….2. apa fungsi pipa yang naik keatas setelah air disaring? makasi…

Nopember 12th, 2009 | 03:27
Lili:

2 minggu yang lalu saya bikin filter air dengan pipa paralon 6 inch sebagai medianya. Bahan filternya (diurutkan dari atas : pasir ziolite, pasir aktif dan yang terakhir arang batok kelapa. Sumber air dari air tanah dengan tampilan awal bening tapi berbau, kalau dibiarkan beberapa jam saja jadi keruh dan bau banget.

Awalnya hasilnya bagus (bening dan tidak berbau). Tapi setelah beberapa hari saya bersihkan pasirnya, hasilnya awalnya bening tapi setelah beberapa jam warnanya berubah jadi agak keruh (cenderung kehitaman) tapi tidak berbau.

Mohon solusinya mengenai hal ini. terima kasih

Nopember 19th, 2009 | 04:48
titin.g:

mksh ya….
lmyn nmbh” ilmu
hheeee……
bagus bggt

Desember 2nd, 2009 | 01:33
Leave a Reply

Comment